DICKY IBROHIM
Jasa Pembuatan Website SEO Expert

Pemilu Masa Depan Indonesia Ala Dicky Ibrohim

Impian Pemilu Masa Depan Indonesia Ala Dicky Ibrohim untuk lebih baik

Pemilu Masa Depan Indonesia Ala Dicky Ibrohim

hai, 17 april 2019 diadakan pemilihan serentak dan itu membuat saya berimajinasi. Saat saya melakukan pencoblosan, saya harus datang ke tempat pencoblosan maksimal jam 13.00WIB. Saya harus antri lama menunggu giliran.

Saya menilai ada yang kurang atau jauh dari harapan:

Terlalu banyak kertas dengan ukuran berbeda-beda yang harus di coblos dengan paku. 

Kita harus memilih 5 sekaligus yaitu: presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten. Masing-masing bagian ada pilihan lebih banyak lagi yang membingungkan. 2019 yang paling gencar dan dominan adalah tentang pemilihan presiden dan saya bahkan jarang mendengar persaingan selain itu.

Hoax, saling fitnah, adu claim, adu kejelekan mewarnai sepanjang tahun pemilu 2019 yang sangat menjengkelkan. Berlomba menyampaikan pendapat dengan cara buruk.

Saat memilih, orang fokus pada kertas presiden karena paling kecil kertasnya dan hanya ada 2 pilihan 2019. Selain itu kebanyakan masa bodo asal coblos (termasuk saya) dan bukan hanya saya saja. Terlalu banyak pilihan dan banyak kecurangan membuat semua menjadi abu-abu. Ada serangan uang agar mereka dipilih dll. Saya sendiri mendapatkan 5000 hingga 25rb. Harga untuk amanah 5 tahun ingin ditukar dengan uang kecil yang bahkan tak mampu digunakan untuk menyewa 1 malam istri penyogok.

Masyarakat yang sudah mengenyam pendidikan mungkin paham ini berbahaya, tapi bagaimana mereka yang tidak paham?, ada anggapan paling besar itu yang dipilih.

Desain keamanan yang sangat buruk dengan bahan kardus

Jika suatu itu di nilai berharga, maka kita akan menyimpan seaman dan rapi mungkin. Kita akan menaruh emas di tempat teraman anda.

Tapi berbeda dengan gaya pikir penguasa dibidang tersebut, bahan kardus yang mudah rusak dan tidak layak justru dipilih untuk mengamankan suara rakyat. Ini sangat relevan dan pantas disindir komik luar. Sindirian Komik: https://onanhiroshi.com/0089.html

Sindiran Komik KPU kardus
Onan Hiroshi 2 ~sad but true~

Melihat hasil akhir terlalu lama

Perhitungan dilakukan manual dan bisa saja banyak kecurangan mungkin terjadi. Kesalahan sisi manusia juga mungkin terjadi.

Terlalu tidak menyakinkan

Banyak hasil perhitungan cepat yang tidak menyakinkan sama sekali. Bahkan KPU saja bisa salah input lebih dari 1x, serta lambat. Ini  tentu merugikan salah satu pihak dan memicu perdebatan dan saling tuduh menuduh. Ini bukan hoax (lihatlah berita-berita tentang kesalahan input hasil suara disitus: https://pemilu2019.kpu.go.id). Situsnya lambat saat jam ramai adalah ciri khas situs domain pemerintah kita karena tidak dipikirkan kebutuhan mereka saat membuat (go.id).

Terlalu boros

Berapa banyak petugas yang diturunkan, banyak kertas, banyak kardus, banyak paku, banyak tali, banyak makanan petugas dan upah yang harus dikeluarkan?. Belum lagi banyak suara yang tidak sah membuat sia-sia

Imajinasi Pemilu Masa Depan Indonesia Ala Dicky Ibrohim

Langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (LUBER JURDIL). Kita hidup di zaman modern namun memilih cara jadul dengan paku mencoblos kertas, lalu dihitung manual yang berpotensi curang/ melakukan kesalahan.

Mimpiku “Langsung” di ubah menjadi langsung dengan menggunakan media digital dan tidak lagi menggunakan paku serta kertas. Saya merubah tulisan Langsung menjadi Digital di tulisan ini agar terlihat bedanya.

DUBER JURDIL: Digital, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Saya berharap, Cara purba mencoblos dengan paku dan kertas dan dihitung manual di hilangkan karena tidak sesuai zaman dan boros.

Saya memiliki ide membuat pemilu dengan cara modern. Merubah KPU dengan orang-orang ahli IT dan Kriptografer serta yang terkait.

Membuat sebuah aplikasi yang digunakan untuk pemilihan umum ini. Aplikasi dibuat khusus dengan menggunakan NIK dan SIDIK JARI.

Saat membuat KTP kita diminta sidik jarikan?, Hanya dengan NIK kita bisa tau Nama, alamat, dan lainnya kan?, kenapa kita tidak manfaatkan dengan maksimal?

Aplikasi pemilihan umum di letakan di tempat pemilihan dengan smartphone/ laptop khusus. Jumlah TPS yang terhitung dan peralatan yang diketahui jumlahnya membuat perhitungan kebutuhan sumber daya bisa di bayangkan dan di hitung.

Untuk keamanan, maka harus dibuat FIREWALL agar Alamat IP dan MAC dari komputer/ smartphone terkait  yang boleh dan bisa mengakses. FIREWALL yang kuat dan valid dapat meminimalkan risiko DDOS atau manipulasi pihak luar oleh CRACKER. Tentu perlu juga keamanan lainnya

  1. Aplikasi diletakan di tempat pemilihan tertutup
  2. Pemilih memasukan NIK dan SIDIK JARI sebagai kuncinya (untuk meminimalkan kecurangan maka semua itu di enkripsi dengan algoritma OTP (One Time Pad) dan dilakukan pengecekan sudah memilih atau belum agar tidak ada pemilih ganda.
  3. Muncul Pilihan presiden dan visinya, tinggal sentuh mana yang dipilih
  4. Muncul DPR lalu pilih dengan sentuhan
  5. Muncul DPD lalu sendtuh dengan sentuhan
  6. Muncul DPRD Provinsi sentuh yang dipilih
  7. Muncul DPRD Kota/Kabupaten lalu sentuh untuk memilih
  8. Ucapan doa agar yang mereka pilih terpilih dan persilahkan keluar
  9. Setiap yang dilakukan hanya bisa dilakukan 1x dan hasil langsung di unggah ke server utama
  10. Server utama melakukan perhitungan otomatis pengganti quick count dan real count
  11. Pada saat selesai jadwal pemilihan, langsung diketahui hasil akhir yang valid

Keuntungan:

  • Lebih hemat biaya kertas, kardus, upah tenaga kerja, jatah makan petugas.
  • Meminimalkan suara tidak sah karena mencoblos lebih dari 1
  • Ini juga meminimalkan kecurangan saat perhitungan, meminimalkan human error.
  • Ini mempercepat melihat hasil yang akurat

Kebutuhan:

  • Biaya pembuatan aplikasi pertama kali dan biaya ahli IT + kriptografer yang bekerja menggantikan KPU/ bersanding dengan KPU (Perawatan dan keamanan adalah tugas mereka)
  • Peralatan yang kemudian bisa digunakan kembali jika kondisi masih baik karena hanya digunakan saat pemilu saja
  • Biaya Server yang tangguh sesuai kebutuhan (Jumlah Penduduk cukup besar, tentu harus sesuai spesifikasinya atau dilakukan bergilir)
  • Sepenuhnya menggunakan Internet dan teknologi

Risiko:

  • Kemanan yang lemah memungkinkan kecurangan namun sudah diantisipasi dengan enkripsi, firewall, dan tenaga ahli serta kriptografer yang memantau
  • Koneksi internet di tempat pemilihan yang terganggu karena bencana alam/ geografis (Tips: diminimalkan layaknya seperti membangun jaringan di wilayah bencana)

Besar harapan Indonesia lebih baik dengan gaya yang masuk akal dan cerdas. Suatu saat Imajinasi Pemilu Masa Depan Indonesia Ala Dicky Ibrohim akan menjadi nyata dengan sama persis atau bentuk lain yang mirip.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Offline